Kisah Tono dan Tini
Ini adalah kisah hidup Tono dan Tini. Dikisahkan pada waktu itu kalau tidak salah pada tahun milenial. Hiduplah dua anak kecil yang sudah berteman mungkin sejak mereka dilahirkan. Mereka bernama Tono dan Tini. Mereka sudah saling mengenal bahkan sebelum memasuki Taman Kanak-kanak. Mereka selalu bermain bersama, mulai dari bermain karet, petak-umpet, perang-perangan, rumah-rumahan, bahkan papah-mamahan (mungkin terdengar aneh tapi begitulah kisah hidup Tono & Tini waktu kecil hehehe....).
Baiklah kita lanjut, Tono dilahirkan dari keluarga sederhana. Ayahnya hanyalah seorang buruh di suatu pabrik dan ibunya hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa. Tono dan keluarganya tinggal di sepetak rumah kontrakan milik H. Amirhab. Sementara itu teman dekatnya Tini, tinggal di rumah kakeknya. Rumah kakeknya tidaklah jauh dari rumah kontrakan Tono, jaraknya sekitar 5 rumah. Kebetulan, kakek Tini mempunyai warung. Jadi setiap sore, seringkali Tono mampir ke warung kakek Tini hanya untuk sekedar membeli jajanan ringan sekaligus mengajak Tini main.
Pertemanan Tono dan Tini sangatlah dekat bahkan sampai keduanya memasuki sekolah dasar. Kebetulan Tono dan Tini masuk sekolah yang sama yaitu SD Kumbang 5 dan ternyata mereka juga satu kelas. Letak SD Kumbang 5 tidak jauh dari rumah mereka. SD Kumbang 5 memiliki luas setengah dari lapangan bola yaitu sekitar 50m persegi, itu pun dibagi dengan 2 sekolah lain karena dalam satu lahan itu ada 3 sekolah yang dibangun disana.
Di sekolah itu, Tono dan Tini belajar layaknya siswa-siswa disana. Akan tetapi, pertemanan Tono dan Tini tidak dianggap lumrah oleh teman-teman lain di kelasnya. Mereka mencap Tono dan Tini tengah berpacaran. Tono dan Tini pun merasa kebingungan karena istilah 'pacaran' harusnya masih asing bagi anak usia mereka. Walaupun begitu, mereka tidak memedulikan hal itu. Mereka tetap asik dengan dunia mereka. Bagi mereka, berteman ya berteman beda dengan pacaran.
Semenjak kejadian itu pertemanan Tono dan Tini justru semakin dekat. Tini seringkali datang ke rumah Tono untuk belajar bersama. Di rumah Tono mereka belajar dibantu ibu Tono, biasanya mereka belajar pelajaran matematika. Ketika mulai bosan mereka akan pergi keluar dan bermain petak umpet bersama adik Tono. Ya, begitulah kebahagiaan masa kecil yang mereka rasakan. Sangat bahagia bukan? Namun, kebahagiaan itu, pertemanan Tono dan Tini yang telah mereka bangun bahkan sebelum mereka masuk Taman Kanak-kanak seketika lenyap, ketika seorang bocah botak pelontos bernama Kipli datang.
Apakah yang dilakukan Kipli? Apa yang akan terjadi pada Tono dan Tini?
Mau tau kelanjutannya? Makanya pantengin terus dan follow ceritanya yaa guysss :) ;)
Jangan lupa di like and comment ;)
Ohiya ini hanyalah sebuah kisah, kesamaan nama tokoh dan tempat bukanlah kesengajaan ya hehehehe...
Komentar
Posting Komentar