Konspirasi di Balik Sebuah Kutipan
Konspirasi di Balik Sebuah Kutipan
Terkadang, hal-hal yang mind blowing itu muncul dari perhatian
kita terhadap hal-hal kecil. Oke, gue mau sharing sedikit buat kontemplasi
malam ini. Kata ‘mengutip’ atau dalam bahasa Inggris disebut ‘quotating’,
mungkin tidak asing lagi dalam istilah penulisan. Teknik ‘mengutip’ ini sudah
menjadi kaidah umum untuk sistem penulisan, terutama karya ilmiah di seluruh
dunia. Para akademisi atau cendekiawan pasti tahu tentang teknik ‘mengutip’
ini.
Teknik mengutip ini sangat
diperlukan dalam karya ilmiah sebagai bentuk validasi agar dipercaya orang
banyak. Contohnya:
“Menurut Pitirim Sorokin, Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan
dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala
ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral)”
Ketika kita mengutip kata para
pakar, karya kita tentunya akan lebih dipercaya oleh banyak orang. Namun,
tahukah kalian dari mana teknik itu berasal?
Sampai sekarang, sejauh
pencarian gue, gue memang belum menemukan siapa penemu teknik ‘mengutip’ ini.
Namun, gue menemukan sebuah fakta. Ternyata teknik ini telah digunakan orang
Islam untuk meriwayatkan hadist. Dan menariknya, itu dilakukan jauh sebelum manusia
menetapkan teknik ‘mengutip’ yang dilakukan seperti sekarang.
Akan tetapi, ada yang lebih
menarik lagi. Ternyata, apa yang difirmankan Allah atau yang telah diwahyukan
kepada Rasul kita, Al-Qur’an, juga telah menggunakan teknik mengutip ini. Salah
satu contohnya pada Surat Al-Kahfi ayat 62 yang berbunyi:
“Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: ‘bawalah kemari makanan kita;
sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini’”
‘Berkatalah Musa’, bahkan
Allah ternyata sudah mengajarkan kita teknik mengutip ini sebagai bentuk
validasi. Gue jadi teringat apa yang dikatakan Dr. Zakir Naik bahwa walaupun
Al-Qur’an tidak semuanya berisi tentang sains tapi hal-hal sains yang ada di
Al-Qur’an 100% ilmiah.
“Al-Qur’an
is not a book of Science, but a book of Signs”
- Dr. Zakir Naik -
Komentar
Posting Komentar