Kontemplasi Selama Corona


“Terkadang, hal-hal besar itu muncul dari perhatian kita terhadap hal-hal kecil”

-         Ersal Imami -

Ya lagi, kali ini aku merasakannya lagi. Sebulan lebih menjalani masa karantina karena sebuah virus yang melanda negeri. Selama itu pula aku mulai berkontemplasi dan merenungi setiap jejak langkahku sampai saat ini.
Menjadi manusia memang bukan hal mudah. Bagiku, manusia sudah dilahirkan dengan segala kompleksitasnya. Perlahan aku mulai mempertanyakan banyak hal dalam hidupku. Entahlah, semacam kehilangan arah? Tidak juga, nyatanya aku dari dulu sudah sangat berambisi mencapai visi misi yang telah kurencanakan dalam hidup. Tapi, seiring berjalannya waktu seringkali apa yang kurencanakan tidak berjalan relevan. Merasa kecewa? Jelas, sudah sewajarnya manusia seperti itu. Namun, aku mulai berpikir, kenapa ini bisa terjadi? Ya, pertanyaan 'kenapa' memang merupakan pertanyaan besar dalam hidup.
Perlahan, aku mulai mencari tahu apa hal-hal yang menyebabkan aku gagal dalam beberapa rencana. Menelusuri masalahku dengan analisa SWOT. Ya, secara teori planning yang kubuat sudahlah benar dan sesuai, tapi kenapa bisa gagal? Ternyata, kegagalan itu, semua itu, bukan disebabkan dari apa yang aku lakukan. Ada hal lain, ada sesuatu di luar kehendakku yang mengubah itu semua. Ya, kehendak Tuhan.
Aku mulai tersadar, seringkali kali aku lupa atau mungkin sama sekali tidak ingat untuk menyertakan nama Tuhanku, Allah swt., dalam setiap urusanku. Aku terlalu berambisi, menganggap banyak hal bisa kulalui. Nyatanya tidak, aku terlalu sombong. Menduakan Tuhan dengan segala ambisiku. Terlalu percaya bahwa dunia bisa ditaklukkan dengan usahaku. Maka dari itu, seringkali kukecewa karena Tuhan Maha Tahu dan Dia Maha Baik. Memberikanku tanda agar aku berpikir, agar aku tidak lupa. Maafkan aku Tuhan, terima kasih telah menyadarkan.

Komentar

Postingan Populer